Makna Sebenarnya Musibah

Musibah berasal dari kata ashaaba, yushiibu, mushiibatan yang berarti segala yang menimpa pada sesuatu baik berupa KESENANGAN maupun KESUSAHAN. Namun, umumnya musibah dipahami selalu identik dengan kesusahan. Padahal, kesenangan yang dirasakan pada hakikatnya musibah juga. Dengan musibah, Allah SWT hendak menguji siapa yang paling baik amalnya.

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (Al-Kahfi : 7)

Ada tiga golongan manusia dalam menghadapi musibah. Pertama, orang yang menganggap bahwa musibah adalah sebagai hukuman dan azab kepadanya. Sehingga, dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh. Kedua, orang yang menilai bahwa musibah adalah sebagai penghapus dosa. Ia tidak pernah menyerahkan apa-apa yang menimpanya kecuali kepada Allah SWT. Ketiga, orang yang meyakini bahwa musibah adalah ladang peningkatan iman dan takwanya. Orang yang seperti ini selalu tenang serta percaya dengan musibah itu Allah SWT menghendaki kebaikan bagi dirinya.

Orang yang terkena musibah di dunia, jika ia hadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan tawakkal kepada Allah SWT hakikatnya ia tidak terkena musibah. Justru yang ia dapatkan adalah pahala. Sebaliknya, jika ia tidak pandai mensyukuri nikmat kesenangan dan kebahagiaan yang diberikan Allah, maka itulah musibah yang sesungguhnya. Karena, bukan pahala yang ia peroleh, melainkan dosa. So, jadilah orang yang pandai mensyukuri segala karunia yang diberi, terutama karunia nafas yang saat ini masih kita rasakan. Yups, tunggu apa lagi? Ucapkanlah, “Alhamdulillah!” 

comment 1 komentar:

Anonymous said...

Alhamdulillah, besyukur setiap saat kepada Allah SWT :)

Post a Comment

Apa pendapat kamu?

Delete this element to display blogger navbar

 
© Roman5a-Bk | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger